Minggu, 13 Maret 2016

Penderitaan dan Kedaulatan Allah

Penderitaan dan Kedaulatan Allah

Tulisan ini dituliskan untuk membawa kepada para pembaca yang memberikan waktunya untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baru mengenai penderitaan yang begitu nyata di dalam kehidupan manusia, sebagian orang bahkan mungkin banyak orang  berpandangan bahwa penderitaan merupakan suatu hal yang sangat mengerikan karena penderitaan sangat merenggut kenyamanan dan sangat mengusik hari – hari dan waktu – waktu yang dijalani.
Penderitaan yang begitu kompleks menimbulkan pertanyaan yang tidak bekesudahan, terutama oleh kaum Atheis (selain atheis orang – orang beragama juga tidak sedikit yang mempertanyakannya)  yang mengajukan pertanyaan mengenai penderitaan mengapa harus ada. kaum Atheis mempertanyakan tentang  kejahatan dan penderitaan yang terkait langsung dengan Tuhan,  mereka  mempertanyakan eksistensi Tuhan yang  mahabaik, mahakuasa, mahatahu, mahaadil. Kejahatan dan Penderitaan itu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, keduanya dapat menimbulkan sebab dan akibat dari kedua hal tersebut. Asumsi – asumsi tanpa dasar dan tidak memiliki standar yang sah   para Filsuf mengatakan bahwa sifat Allah yang mahatahu, mahakuasa,dan maharahim tidak cocok dengan adanya kejahatan dan penderitaan di dunia ini.[1] Bentuk kejahatan dan penderitaan  yang dimunculkan oleh para orang – orang yang berusaha menyerang keimanan Theisme dalam berbagai bentuk. Bagi para filsuf agama ada dua kategori umum yang sering digunakan untuk menjelaskan mengenai kejahatan yaitu  kejahatan alam (natural evil) dan kejahatan moral (moral evil). Menurut John Hick sebagaimana disadur oleh Meister, penderitaan karena kejahatan moral itu berasal dari manusia itu  seperti contoh pikiran kejam dan ketidakadilan yang teraplikasi di dalam perbuatan mereka. Golongan yang termasuk di dalam  Kejahatan moral yaitu  “tindakan” seperti berbohong, memperkosa, membunuh, dan lain sebagainya juga “karakter” seperti kedengkian, keserakahan, iri hati dan sebagainya. Berbeda dengan Penderitaan yang disebabkan karena alam  itu merupakan sesuatu yang berada diluar batas kemampuan pikiran dan tindakan manusia. Yang sangat jelas terlihat seperti wabah penyakit, bencana alam, dan lain sebagainya. kontras dengan penderitaan yang disebabkan oleh alam yaitu penderitaan yang disebabkan oleh  alam namun penyebab utamanya adalah ulah manusia itu sendiri yang tidak diperhitungkannya sebelummnya dan masuk dalam kejahatan moral[2]. Ada anggapan bahwa Penderitaan itu merupakan sesuatu persoalan filosofis yang berujung kepada pertanyaan yang mempertanyakan keberadaan Allah. sama dengan Filsuf – filsuf yang lainnya yang mempertanyakan tentang keberadaan Allah seorang Filsuf bernama  J.L. Mackie berargumentasi melawan Allah melalui bukunya yang berjudul The Miracle Of Theisme,” jika ada Allah yang baik dan berkuasa, dia tidak akan mengizinkan kejahatan yang tidak bermakna ini, tetapi karena ada banyak kejahatan yang tidak bermakna dan tidak dapat dibenarkan, maka Allah tradisional yang baik  dan berkuasa tidak mungkin ada. beberapa dewa tertentu mungkin ada  atau tidak ada, tetapi Allah tradisional tidak ada.[3]

Namun dalam tulisan ini yang disadur dari beberapa buku sebagai dasar dalam penulisan ini, dan salah satu buku dari karangan John Piper yang berjudul Penderitaan dan Kedaulatan Allah sebagai buku pokok dalam tulisan saya ini, saya ingin memaparkan melalui tulisan ini mengenai Allah yang memiliki kedudukan yang paling tinggi karena saya sebagai seorang  Theisme saya percaya bahwa Allah memiliki kedaulatan penuh atas ciptaanNya yang Dia ciptakan, Dia sebagai Seniman dan Arsitek Agung yang memahami ciptaannya dalam kondisi seperti apapun. Saya meyakini kemutlakan Allah, kekekalanNya, dan ketidak terbatasannya. Berbeda dengan yang lainnya yang penuh dengan kefanaan. Otoritas tertinggi adalah kepunyaan Allah, Dia sumber dari segala kebijaksanaan, Dia adalah yang terbaik bagi orang yang berharap  kepadaNya, bagi Jiwa yang mencari Dia(Rat 3:25)[4].
Banyak orang – orang yang mengalami penderitaan yang tinggal dalam dunia kesakitan dan kehilangan dimanapun mereka tinggal, mungkin anda yang saat ini sedang membaca tulisan saya adalah orang yang mengalami penderitaan karena kesakitan anda yang belum mendapat kesembuhan atau penindasan dan permasalahan yang tidak terselesaikan, atau bahkan anda sedang menghadapi kematian, siapapun anda yang membaca tulisan ini saya berdoa bahwa tulisan ini menjadi saluran berkat Tuhan untuk anda dapat memperoleh jawaban dari pertanyaan – pertanyaan yang ada dalam benak anda.
Tulisan ini akan mencoba membantu para pembaca untuk memahami tentang kedaulatan Allah yang benar – benar berdaulat atas segalanya termasuk berdaulat atas Iblis, ada beberapa aspek kedaulatan Allah atas penderitaan dan tangan iblis di dalamnya yang disampaikan di dalam tulisan ini, kedaulatannya yang dimakasudkan bukan hanya sekedar Allah memiliki kuasa dan hak untuk mengatur segalanya, namun memang mengatur segalanya karena memiliki alasan yaitu demi kebijaksanaan dan maksudNya yang kudus.
1.      Allah Berdaulat atas pemerintahan Iblis atas Dunia yang dideligasikan
Di dalam dunia ini seperti yang Alkitab katakana bahwa  Iblis memiliki kekuasaan atas dunia (Yoh 12:31;14:30;16:11), dan akan sangat terlihat jelas saat kita membaca Lukas 5:5-7, iblis menunjukan status dia sebagai penguasa dunia dengan cara memberikan tawaran kepada  Yesus untuk menyembah Iblis dan akan diberikan seluruh kekuasaan dan kemuliaan dunia. Iblis dapat menggunakan orang – orang tertentu untuk menunjukan kekuasaannya di dunia ini, namun itu semua bukan kebenaran yang sesungguhnya itu hanya sebagian dari kebenarannya, bisa saja Iblis mengunakan orang – orang tertentu untuk memberikan kesakitan dan penderitaan, mungkin Iblis menggunakan ISIS untuk menjadikan penderitaan, Hilter, musoli,  atau tokoh – tokoh lain yang menyebabkan banyaknya kesakitan , penderitaan bahkan kematian, namun yang harus diketahui adalah bahwa semua itu terjadi tidaklah mutlak atas kekuasaannya Iblis dapat melakukan itu karena semua atas Seizin TUHAN, tanpa Izin dari Tuhan Iblis tidak dapat berbuat apa – apa. Sekalipun bangsa -  bangsa  bergerak ingin melawanNya (Maz 2: –2-4), Allah berkuasa atas bangsa – bangsa dan atas pemeritahan – pemerintahan dan yang paling penting asalah Allah berkuasa atas kekuasaan Iblis yang ada dibelakang mereka. mereka tidak akan bisa berbuat apa – apa tanpa izinNya, mereka tidak dapat bergerak di luar kedaulatan Allah[5].
2.      Allah berkuasa atas malikat – malaikat  Iblis (setan – setan dan Roh – Roh Jahat)
Setan adalah pengikut Iblis dan jumlahnya sangat (Mat 8:31; Yak 2:19;Luk 7:21)  banmat 10:1; yak yang menguasai kehidupan dunia supranatural. Na mun kekuassaan  mereka tidak sebanding dengan kekuasaan Yesus, tidak menggunakan kata – kata yang panjang – panjang hanya beberapa patah kata saja, terlihat saat Yesus menyembukan orang gila yang kerasukan banyak setan, hanya mengatakan “pergilah” maka setan – setan pun pergi, roh – roh jahat patuh kepadaNya (mrk 1:27), jadi sangat jelas kuasa siapa yang lebih luar biasa? Bersama Yesus kita dapat menghadapi perkara yang baiktan dengan Iblis dan mereka harus mengahapi pribadi yang berdaulat atas segalanya.  
3.      Allah berkuasa atas tangan Iblis di dalam penganiayan
Orang – orang Kristen mengalami penderitaan yang disebabkan oleh penyaniayaan mereka digambarkan menghadapi singa yang mengaung- ngaung yang  berjalan berkekliling(1 Petr5:8-9) yang dapat menelan mangsanya kapan saja saat dijumpainya dan menghancurkan iman orang – orang percaya kepada Kristus. penderitaan yang dialami ini apakah berda diluar kehendak Allah? Rasul Petrus memberikan jawabannya dalam 1 Petrus 3:17 sebab lebih baik menderita karena berbuat baik karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” Jika Allah berkehendak kita menderita karena kita berbuat baik, maka menderitalah kita.
4.      Allah berkuasa atas kuasa Iblis  Mengambil Hidup
Iblis dapat merenggut kehidupan kita karena seca jelas  alkitab menuliskan dalam Yohanes 8:44 dikatakan “ia adalah pembunuh manusia sejak semua” , dan lebih ditekankan lagi bahwa Iblis mengambil hidup orang – orang Kristen yang setia. Sekalipun keadaan orang percaya seperti harus menghadapi penderitaan dan harus mengalami penjara dan lain – lain, yang harus kita lakukan adalah jangan takut dan kita harus setia sampai mati karena pada akhir ceritanya adalah kita akan memperoleh mahkota kehidupan (Wahyu 2:10). Dalam kedaulatan Allah dan izin Allah  tidak ada kekuatan yang dapat melemparkan kita kedalam kematian, baik dari setan, jin, atau sejenisnyan jika Allah mengizinkan kita tetap hidup maka kita akan hidup. Allah yang memberikan keputusan akhirnya bukan setan, Jika kita dikehendaki mati matilah kita, jika kita dikehendaki hidup hiduplah kita.
5.      Allah berkuasa atas tangan Iblis di dalam bencana Alam
Kisah Ayub pada saat mengalami penderitaan yang luar biasa, penderitaan yang tidak seharunya dia rasakan. Di balik penderitaan Ayub ada mufakat antara kedua belah pihak yaitu Allah dan Iblis, di mana Iblis menantang Allah untuk membuktikan bahwa Ayub akan mengutuki Allah jika keadaan hidupnya tidak enak. Dan Ayub merasakan penderitaan yang disebabkanoleh kekejian manusia dan bencana alam yang menyebabkan dia kehilangan harta dan anak-anaknya. Namun respon yang Ayub berikan adalah berbeda dari apa yang Iblis pikirkan, respon yang Ayub berikan bukanlah kutukan melaikan penyembahan yang diberikan kepada Allah (Ayb 1:20-21) dan Ayub tidak berbuat dosa dalam semuanya itu. Allah yang berukuasa atas segalanya, baik obak, angina, dan semua yang alam semesta, Yesus mengatakan DIAM! TENANGLAH! Danau menjadi teduh dan angina menjadi reda (Mrk 4:39; Mzm 135:5-7; 148:7). Pikiran Iblis licik, Picik dan sangat buruk pada akirnya sifatnya sangat merusak, namun sekali lagi bahwa tetap Allah lah yang berkuasa dan Allah yang berdaulat atas semuanya, tanpa seizin Tuhan Iblis tidak dapat berbuat apa-apa.
6.       Allah berkuasa atas Kuasa Iblis untuk mendatangkan Penyakit.
Adanya Penyakit dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu  penyakit yang karena disebabkan oleh kesalahan diri sendiri, penyakit yang disebabkan oleh Iblis, dan penyakit yang terjadi secara alami. Namun dalam bagian ini yang akan dibahas adalah penyakit yang disebabkan Iblis.alkitab sangat menyatakan dalam Kis rasul 10:38 dikatakan bahwa “ orang sakit yang dikuasai Iblis” dalam Lukas 13 ada seorang wanita yang sakit bungkuk selama delapan belas tahun yang diakibatkan oleh Iblis, dengan bukti yang ada tidak dapat disangkal lagi bahwa Iblis juga adalah penyebab sakit penyakit.  Kesembuhan yang Yesus lakukan merupakan pernyataan dari kerajaan Allah dan kemenangan atas seluruh pekerjaan Iblis. Adalah baik dan benar jika kita berdoa meminta kesembuhan kepada Allah.  saat kita berdoa sudah Pastia Dia akan menjawabnya, Firman Tuhan katakana bahwa saat kita minta roti Bapa tidak akan memberi batu, jika kita meminta Ikan Dia tidak memberi ular, namun pada saat kita meminta dan yang diberi bukan seperti yang kita harapkan mungkin bukan roti, atau mungkin juga  bukan ikan, dan apapun yang Bapa berikan itu semua akan menjadi kebaikan bagi kita. Saat melihat kisah sangat lah jelas bahwa Tuhanlah yang memiliki kedaulatan tertinggi, Iblis tidak bisa menyentuh Ayub sama sekali jika tanpa Tuhan mengizinkannya untuk dapat menyentuh Ayub.
7.      Allah berkuasa atas penggunaan Binatang dan Tumbuh – tumbuhan oleh Iblis
Penderitaan yang kita alami terkadang itu adalah dari akibat dosa kita sendiridan tidak menutup kemungkinan juga karena dosa orang lain. Iblis adalah penggoda dan pencoba (Mat :3; 1 Tes 3:5). Karena pada awalnya Iblis adalah penggoda yang ulung pada saat dia menggoda Hawa yang berdapak kepada kutuk dan penderitaan (Kej   3:14-19; Rm 8:21-23). Kedaulatan Allah melebihi dari pencobaan yang dilakukan iblis. Jika melihat penyaliban Yesus bukan Iblis lah yang bertanggung jawab, namun Allahlah yang bertanggung jawab. Melihat dari proses dari Yudas Iskariot menghianati Yesus , itu merupakan penggenapan kita suci (Kis 1:16), penyerahan Yesus itu merupakan rencanaNya Allah( Kis 2:23). Iblis tidak berdaulat atas godaan – godaan  yang ada Allah yang berdaulat.


8.      Allah yang berkuasa atas kuasa Iblis untuk Pembutaan Pikiran kita
Iblis masuk kedalam neraka untuk menjalakan penghukuman dan merasakan penderitaan yang tidak berujung dan penderitaan di dalam neraka adalah  penderitaan yang paling buruk.  Karena Iblis sudah pasti dia di neraka maka iblis harus mencari pengikut sebanyak – banyaknya untuk merasakan apa yang mereka rasakan, maka dari itu Iblis menyesatkan banyak orang (Wahyu 20:10). Orang – orang yang buta akan Injil Kristus, karena Injil Kristus adalah Injil yang menyelamatkan  setiap orang yang percaya (Rom 1:16). Tidak ada orang yang orang yang sudah dibenarkan oleh darah Yesus masuk neraka (Rm 5:9).hanya mereka yang gagal untuk menerima karya penggantian Kristus yang menyerap murkalah yang akan menderita murka Allah. mereka yang tidak percaya adalah orang yang sudah dibutakan oleh ilah zaman ( 2 kor 4:4), Allahlah yang berkuasa menghapuskan kebutaan di ayat yang berikutnya 2 Kor 4:6 Allah akan mengubahkan yang gelap menjadi bercahaya. Kita yang buta, kita yang mati secara rohani karena dosa dan pelanggaran kita namun Allah karena kasih karunia Allah menjadikan kita hidup bersama – sama dengan Kristus (Efs 2:5). Iblis merupakan musuh yang mengerikan namun dia tidak memiliki kekuatan kareana Allah yang berdaulat. Ini alasan mengapa kita selamat.
9.      Allah berkuasa atas Jerat Rohani Iblis
Ada dua cara yang digunakan oleh Iblis untuk  memperbudak manusia yaitu dengan cara penderitaan yang membuat manusia berfikir bahwa Allah tidak ada dan Allah tidak layak dipercaya. Cara yang kedua adalah dengan cara kesenangan dan kemakmuran yang membuat kita berfikir bahwa kita telah memiliki segalanya dan kita sudah memiliki segalanya yang kita perlukan sehingga Allah tidak relevan lagi. Allah itu ban ik memanglah itu faktanya dan kemakmuran/ kesenangan tidak dapat dibandingkan dengan nilai Allah. namun jika Allah memilih untuk mengtasi pemberontakan kita dan ahambat    Iblis maka tidak ada yang dapat menghalangiNya. Kita (khususnya saya)  harus bertobat namun Iblis benci pertobatan kita, jika kita bertobat maka kita akan dibebaskan dari jerat di Jahat, dan menggunakan hari kita merayakan kemerdekaan dan menyebarkannya kepada yang lain. Kejahatan dan penderitaan bukanlah yang terhebat. Allahlah yang terhebat. Iblis pencita kejahatan dan penderitaan juga tidak hebat. Allahlah yang berdaulat dan hebat[6].
Tidak ada yang dapat memisahkan kita dengan kasih Kristus penderitaankah, kesusahankah, penganiayaan, kelaparan atau ketelanjangan dll. Bagaimana dan apapun keadaan kita saat ini Allahlah yang mengendalikan semuanya Allah yang berdaulat atas apa yang terjadi, secara manusia sepertinya tidak baik untuk kita namun apa yang tidak baik buat kita Allah memiliki rencana baik untuk kita. Apa yang mungkin kita anggap tidak berguna dan merugikan kita terkadang itulah yang Allah gunakan untuk memahat hidup kita, baik kepedihan, atau kelemahan kita , penderitaan kita, atau penindasan yang sedang terjadi. Saat kita dalam masa – masa tersebut sudah seharusnya kita memperdalam ketergantungan kita kepada Kristus untuk kekuatan kita setiap harinya karena Dia yang berdaulat atas hidup kita., semakin kita lemah semakin kita bersandar dan semakin kita besandar semakin kita memperoleh kekuatan  dan bertumbuh dalam rohaninya, bahkan sekalipun tubuh kita merosot, jangan mengeluh sekalipun duri dalam daging kita menyakitkan[7]. Tuhan berdaulat atas segalanya.
Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi berkat bagi para pembaca untuk meresponi penderitaan yang sedang dialami dengan benar dan memiliki pemahaman bahwa Allah berdaulat atas apa yang terjadi kepada saya, harapan saya tulisan ini menjadi penguat bagi kita semua untuk dapat menjadi kehidupan dengan menyandarkan kepada kekuatan Tuhan, dan kita harus menyampaikan apa yang kita dapatkan kepada orang – orang yang mengalami hal yang sama dengan apa yang kita alami supaya mereka dapat mengerti bahwa Kristus mengasihi mereka.
Luangkan sedikit waktun untuk sama – sama berdoa dengan saya: “Bapa yang bertahta diatas kerjaan sorga Engkulah Tuhan yang berdaulat atas segalanya yang ada. ya Tuhan kami tau bahwa hal yang kami anggap buruk yang terjadi dalam kehidupan kami itu semua mendatangkan kebaikan dan nama Mu akan dipermuliakan, beri kami kekuatan supaya kami dapat menguatkan orang – orang yang sedang mengalami apa yang sedang kami alami dan mungkin lebih parah dari kamidan beri kami kekuatan untuk melawan Iblis yang terus berusaha menjatuhkan kami. Ajar kami terus Tuhan untuk terus bersandar kepada Mu, dan terus berharap kepada, tuntun kami untuk terus berjalan di dalam rencana Mu yang membawa kami kepada Mu, biarlah nama Mu yang selalu dipermuliakan dan ditinggikan, karena Engkau yang berdaulat atas hidup kami, dan ajarlah kami untuk menghormati kedaulatan Mu. Amin












[1] Robert John Ackermann, Agama Sebagai Kritik: Analisis Eksistensi Agama-Agama Besar (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997), hal. 18.
[2] Meister, C. V., Introducing Philosophy of Religion,(New York: Routledge,2009) hlm 129
[3]  Timothy Keller, Rasio bagi Allah,(Surabaya: Momentum,2008) hlm 40
[4] John Piper, Penderitaan dan Kedaulatan Allah, (Surabaya: Momentum, 2009), Hlm 9
[5] John Piper, Penderitaan dan Kedaulatan Allah, (Surabaya: Momentum, 2009), Hlm 13
[6]  Sebagian besar pembahasan tulisan ini di sadur dari tulisan  John Piper, Penderitaan dan Kedaulatan Allah, (Surabaya: Momentum, 2009)
[7] Joni Eareckson Tada, Hikmat Seumur Hidup menikmati cara Tuhan menyembuhkan anda,(Lightpublising,2009) hlm 71

Sabtu, 20 Juni 2015

TUHAN TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN KITA SAAT DALAM PENCOBAAN.

Dalam hidup ini manusia pasti mengalami berbagai kesulitan yang dihadapi, yang menerpa tanpa henti – henti, bahasa yang saya gunakan dalam pembahasan ini adalah pencobaan , tidak menutup kemungkinan yang akan dialami oleh seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau suatu kantor tiba – tiba merima surat Pemutusan hubungan Kerja (PHK), atau orang  yang anda kasihi tiba – tiba menderita sakit keras yang mematikan namun anda tidak memiliki uang untuk berobat,  mungkin saja saudara sendiri yang mengalami penyakit yang anda tidak pernah duga –duga menyerang anda, apakah anda akan kecewa atau menyalahkan keadaan? Bagaimana pemeliharaan Allah itu terjadi kepada kita ? mengapa bertentangan dengan keadaan yang ada??  Karena kenyataannya orang Percaya mengalami hal yang sedemikian rupa banyak hal buruk yang tidak diharapkan. Padahal dalam dewasa ini banyak pemberitaan Firman yang memberitakan seakan – akan menjamin bahwa orang – orang yang percaya kepada Tuhan seolah – olah tidak akan mengalami kehidupan yang menyengsarakan mereka, kehidupan yang diperoleh akan sukses dalam ukuran materi,dan ini sangat digemari oleh banyak oranng – orang yang percaya.  Dengan pandangan mereka akan akan selalu sukses, dan mereka termasuk dalam orang – orang yang di golongkan sebagai orang yang dikasihi Allah. Menurut  saya ini akan jadi akan jadi suatu masalah. Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin? bagai mana dengan mereka  yang sakit? Apakah Tuhan tidak mengasihi mereka? Apakah Tuhan meninggalkan mereka?

Untuk mengetahui pengertian dari pada pencobaan ini kita harus mengetahui dari Dua bahasa asli alkitab yaitu bahasa Ibrani(PL) dan Yunani(PB), Dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani, kata ‘percobaan’ dijelaskan berasal dari kata benda ‘massa’ atau kata kerja ‘masa’ atau ‘pakan’.  Kata ‘massa’ berarti cobaan atau ujian. Sedangkan kata kerja ‘masa’ berarti mencoba atau menguji. Kata ‘pakan’ sendiri berarti menguji, melebur atau membersihkan logam. Dengan melihat penjelasan dari bahasa aslinya kita dapat melihat maksud dari pencobaan ini adalah memiliki tujuan yaitu  Mencapai  nilai tertinggi, seperti pencapaian nilai tertinggi  dari logam yakni emas. Bila logam itu ternyata bukan emas, ia akan lebur dan habis. Hanya emas sebagai logam mulia yang tahan bakar, yang tahan uji. Dalam bahasa Yunani pencobaan berasal dari kata benda ‘persmon’ dan kata kerja ‘perason’. ‘Perason’ sama dengan kata pakan dalam bahasa Ibrani yaitu melebur, membersihkan atau menguji logam.
            Bisa disimpulkan bahwa pencobaan ini memiliki makna yaitu positif dan negative.  yang positif karena bertujuan menguji, menilai dan memperbaiki sifat seseorang , Melalui pencobaan, seseorang dibersihkan, kepribadiannya diuji supaya mencapai kualitas yang paling baik. Orang percaya dicobai untuk memperbaiki diri sehingga layak di hadapan Allah.
Sedangkan pencobaan juga bisa mengarah kepada hal yang negative yaitu mencobai dan menggoda dan memkiliki tujuan juga yaitu menunjukkan kelemahan seseorang. Pencobaan positif memberi dampak yang menyenangkan sementara yang negatif menghancurkan diri kita.


Dalam  Kejadian 22: 1, “Setelah semuanya itu, Allah mencobai Abraham. Ia berfirman kepadaNya: ‘Abraham,’ lalu sahutnya: ‘Ya, Tuhan’. FirmanNya: Ambillah anakmu yang tuggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Ku-katakan kepadamu.”
Isahak merupakan satu-satunya anak Abraham, tapi mengapa Tuhan mintanya supaya dipersembahkan (“mempersembahakan anak sulung merupakan tradisi agama – agama bangsa – bangsa diluar israel”), padahal Ishak merupakan cikal bakal pemenuhan janji Tuhan akan keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut. Allah jelas mau mencobai Abraham.  Jelas pula bagi kita, bahwa ketika Allah mencobai, Ia tidak bermaksud menghancurkan. Ia tidak sedang merusak atau menjebak.  Tapi sebaliknya, Allah ingin membangun Abraham, memolesnya supaya sampai kepada nilai yang hakiki, supaya boleh sungguh-sungguh disebut Bapa Orang Beriman.
Tanggapan  Abraham adalah   Ia melaksanakan apa yang diperintahkan Allah karena kepercayaannya. Ketika Ishak bertanya apa yang akan dipersembahkan, Abraham mengatakan Allah yang akan memberikannya. Ketika dia mengatakan itu, ia pasti tidak sekadar bicara. Itu adalah satu kalimat yang mau menunjukkan bahwa Allah memang akan menyediakan domba.  Abraham sungguh bapa orang beriman. Melalui peristiwa ini, kita melihat pra-gambaran tentang Kristus sebagai domba yang dijadikan korban bagi seluruh umat manusia. Itulah pengharapan akan sebuah pengorbanan yang tuntas dalam diri Kritus.  Abraham memiliki suatu konsep yang begitu jelas tergurat di dalam batinnya. Ia memiliki pengharapan, juga keyakinan akan kebangkitan. Maka ia disebut sebagai bapa orang percaya. Abraham mengorbankan anaknya bukan karena kekonyolan,  tapi karena dia percaya sungguh bahwa  Tuhan akan memberikan yang terbaik.
Abraham memberikan tanggapan yang tepat. Ia tidak salah percaya kepada Allah. Ia mengalami kebenaran.  Allah mencobai Abraham bukan untuk mengalami kekalahan atau kehancuran, tapi justru untuk menikmati kemenangan. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa  Allah memang mencobai,  tapi selalu dalam pengertian positif. Apakah semua pencobaan datang dari Allah? Tentu saja tidak. Iblis pun mencobai. Ia mencobai dalam pengertian yang negatif.  Kita baca dalam Ayub 1:12:  “Maka firman Tuhan kepada iblis: ‘Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.’ Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.”  Kita baca lagi dalam  Ayub 2: 6-7,  “Maka firman Tuhan kepada Iblis: ‘Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.’ Kemudian iblis pergi dari hadapan Tuhan lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.”  Di sini kita melihat bagaimana Iblis mencobai Ayub. Ia ingin menghancurkan Ayub. Tapi Tuhan menjaganya. Dikatakan, engkau boleh mencobai Ayub, tapi jangan ambil nyawanya.  Iblis pun mengambil  harta bendanya,  anak-anaknya,  kasih sayang istri serta sahabat-sahabatnya.  Semuanya diambil. Iblis menghancurkannya habis-habisan. Tapi Tuhan penuh cinta kasih.
Kita harus hati-hati. Apakah Allah mencobai Anda? Dalam  pengertian menguji, ya, Puji Tuhan!  Tetapi apabila sasaran percobaan itu adalah kejatuhan, maka dapat dipastikan percobaan itu datang dari Iblis. Dan bila ia  mencobai Anda, janganlah takut karena Tuhan akan menjagamu. Tuhan akan memelihara dan melindungimu. Tuhan akan menolongmu bila Anda tetap percaya dan beriman kepada Kristus.
Bercerminlah pada peristiwa Ayub. Begitu beratnya kesulitan dan pencobaan yang dialaminya.  Tapi dengan penuh iman ia  tetap melangkah dengan mata tertuju pada Allah.  Dia tidak ingin mengutuki Allah. Pencobaan Iblis pun dapat dipakai Allah sebagai alat untuk memproses anak-anak-Nya.  Tetapi bila sang anak, yaitu kita yang hidup di zaman ini, manja dan tak karu-karuan, yang langsung menangis merengek-rengek ketika kesulitan datang, celakalah kita!  Sebab bukan karena Allah tidak mampu menolong, tapi karena kita yang lari dari pegangan Allah.  Bukan karena Allah tidak mampu membereskan dan memenangkan kita dari pencobaan tetapi lantaran  kita sendiri yang terlalu cengeng dan memiliki konsep salah mengenai pencobaan.
Karena kekerdilan iman semacam ini, kita lalu mengatakan bahwa Tuhan tidak lagi mencintai kita. Ketika kita ditimpa penyakit atau jatuh dalam kemiskinan, secara spontan kita mengatakan bahwa Tuhan telah mengambil kembali kemurahan-Nya. Di sini kita telah salah  mengerti cinta dan pemeliharaan Tuhan. Kita yang meninggalkan Tuhan, bukan Tuhan yang menelantarkan kita. Tapi Tuhan yang kita persalahkan.
Allah bisa memakai cobaan yang datang dari si jahat sebagai alat untuk mendewasakan kita.  Tuhan tidak kehabisan akal untuk menolong  kita.  Semua pencobaan berada dalam kendali Allah. Dan Allah bisa memakai semuanya menjadi alat untuk mencapai tujuan-Nya. Tinggal bagaimana kita memainkan peran kita. Ketika Allah menguji, kita  bisa sukses tapi bisa juga gagal.  Ketika  iblis mencobai, kita bisa berhasil mengalahkannya tapi bisa juga gagal. Semuanya bergantung relasi kita pada Allah,  bukan karena percobaan itu sendiri. 
Jadi bila pencobaan datang dan Anda dikalahkannya, jangan cepat-cepat mempersalahkan iblis. Anda harus mengoreksi diri, barangkali Andalah yang lemah.
Apakah orang dicobai karena dosa? Jawabnya, tidak! Ketika Allah mencobai Abraham, dia tidak sedang melakukan dosa. Apakah orang dicobai karena tak memiliki Roh Kudus dalam dirinya? Tidak! Ingat, Roh Kudus pun bisa membawa orang ke dalam pencobaan.  Dalam Matius 4:1 jelas dipaparkan bahwa Roh Kuduslah yang membawa Yesus ke dalam pencobaan di padang gurun.  Jadi jangan kita berpikiran bahwa  Roh Kudus senantiasa memberikan yang mulus dan enak-enak saja.
Roh Kudus memang bisa mengarahkan kita menuju kebahagiaan dan kesuksesan, tapi  Roh Kudus yang sama juga memimpin Anda memasuki pencobaan. Jadi pencobaan itu adalah alat. Dosa akan terjadi apabila kita gagal menghadapi pencobaan. Jadi yang terpenting adalah berusaha agar kita memenangkan pencobaan. 
Selain karena jatuh dan gagal mengalahkan pencobaan, dosa bisa datang bila kita mencobai Tuhan. Mencobai Tuhan adalah dosa. Keluaran 17:2 mencatat hal ini. “Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: ‘Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.’ Tetapi Musa berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai Tuhan?’
Dalam kisah itu diceritakan bagaimana orang Israel yang kehabisan air. Mereka mulai mengomel, malah berdebat dengan Musa. Musa marah. Ia berkata kepada mereka bahwa mereka tidak sedang bertengkar dengan dirinya tapi  sedang mencobai Tuhan, seakan-akan Tuhan tidak mampu memberikan air, seakan-akan Tuhan tidak mampu memberikan dan memuaskan dahaga mereka. Mereka tidak percaya kepada kemahakuasaan Tuhan, menutup mata hati terhadap perbuatan besar yang telah dilakukan Tuhan pada waktu lampau karena tantangan kecil menimpa saat ini. Itulah dosa bangsa Israel.  
Sama seperti bangsa Israel, kita pun tak jarang mencobai Tuhan.  Kita berkata, “Tuhan,  kalau Engkau ada, sembuhkanlah penyakitku supaya aku mempercayaimu?” Dan bila hal itu benar-benar terjadi (penyakit kita sembuh), serta merta kita mengatakan bahwa Tuhan telah mendengarkan doa kita. Bukan hanya itu. Kita bahkan melihat peristiwa ini sebagai buah dari kekuatan iman kita. Benarkah demikian? Belum tentu! Sebaliknya, hal itu bisa saja terjadi karena iman kita yang terlalu lemah. Karena kelemahan iman itulah maka Tuhan mengabulkan permintaan kita. Tuhan tidak tega menepiskan doa kita. Ingat, cobaan yang datang itu tidak melebihi kemampuan kita. Tuhan tahu bila kadar iman kita masih lemah, maka Ia mengabulkan doa kita. Tuhan belum memberi kita penderitaan karena Ia menganggap kita belum kuat menanggungnya.
Memang tidak semua pengabulan doa merupakan bukti kelemahan iman. Tapi pengabulan doa yang keluar dari keinginan untuk mencobai Tuhan adalah ekspresi kedangkalan iman. Ketika Anda mengatakan bahwa kalau Tuhan begini maka Anda akan melakukan ini dan itu, lalu dalam kenyataannya Tuhan mengabulkan doamu, hal itu sama sekali tidak membuktikan kebenaran doamu. Tapi karena Tuhan sedang membentuk dan memeroses  Anda. Ia  tidak tega membiarkanmu.  Bila Tuhan menolong Anda,  itu bukan karena Tuhan mengasihi Anda, tapi karena Dia kasihan terhadap Anda.  Cuma yang dikasihani seringkali tidak tahu diri lalu besar kepala dan merasa imannya paling hebat.
Ketika cobaan datang, apalagi bila disertai penderitaan yang berat, janganlah Anda mempersalahkan Tuhan. Ingatlah, sehelai rambut kita jatuh pun Tuhan perhatikan. Masakan dalam masalah yang besar  Tuhan membiarkan kita sendirian?  Jangan  takut dan  gentar.  Jangan salahkan Tuhan. Lebih bijaksana apabila Anda mencari apa maksud Tuhan dibalik semuanya itu. Tanyakan, “Tuhan apa yang Engkau kehendaki?  Berilah aku kebijaksanaan supaya aku memahami kehendakMu!”
Bila cobaan datang, jangan meninggalkan Tuhan. Apapun yang Anda alami, sakit yang tak pernah sembuh, kebangkrutan yang drastic, janganlah membuat Anda meninggalkan Tuhan. Jangan  lari ke Tuhan yang lain, Tuhan yang palsu, ke dukun atau dewa-dewa. Datanglah pada Tuhan yang hidup.  Sungguh merupakan kebodohan besar bila kita meninggalkan Tuhan.
Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita, termasuk sakit yang kita derita atau  kebangkrutan yang kita alami. Ganti meninggalkan Tuhan, mari kita berkaca diri, mari kita mengevaluasi diri. Tuhan tidak pernah salah memimpin kita, Tuhan tidak pernah salah menuntun kita.


Sumber : http://reformata.com/news/view/2569/pencobaan-siapa-takut

Minggu, 24 Mei 2015

Kesaksian Victoria Nehale Mengenai Neraka: Waktu Semakin Habis


Saya dilahirkan dan dibesarkan dan tinggal di Namibia dan menyerahkan hidupku bagi Yesus pada 06 February, 2005. Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan banyak hal dalam spiritual kehidupanku termasuk beberapa perjalanan ke Neraka. Tuhan memberi petunjuk agar membagikan pengalaman ini dengan orang; Dia juga memperingatkan saya untuk tidak menambahkan atau mengurangi dari apa yang Tuhan Yesus Kristus telah tunjukan atau katakan.Saya selesai menulis buku ini, akhir tahun 2006, saya dikunjungi 33 kali oleh Tuhan Yesus Kristus. Setiap kunjungan, Tuhan mengatakan sebelum pergi bahwa: WAKTU SEDANG TERBURU HABIS. 


Perjalanan pertama ke Neraka

Pada akhir pekan 23 Juli 2005, Saya menumpang taksi selama 30 menit dari kota Ondangwa dimana saya tinggal dan bekerja, ke kampungku, ber-akhir pekan bersama orang tuaku. Pada perjalanan pulang, Saya rasakan sesuatu yang luarbiasa akan terjadi malam itu.Saya tiba di rumah sekitar jam 18.00 saat makan malam disiapkan. Saya berada di dapur dengan semua keluarga, berbaring dilantai beralaskan selimut tua, sementara keponakan dan kemenakan kecilku nyanyikan lagu-lagu sekolah minggu mereka. Tiba-tiba urapan yang berat turun padaku, tubuhku menjadi sangat lemah, dan saya pingsan dalam Kuasa Allah. Saya melihat seorang lelaki, memakai sebuah jubah putih panjang dan ikat pinggang berwarna sama, berjalan ke-arah dimana saya berbaring. Cahaya yang luar biasa mengelilingi-Nya seolah-olah bersinar dari-Nya. Dia memakai sandal coklat; Wajah-Nya seperti orang timur tengah,dan kulitnya indah.Wajah-Nya sangat ramah dan penuh kemuliaan tetapi saya tak dapat melihat mata-Nya. Saat Dia berbicara, Suara-Nya sangat lembut, Ramah dan penuh Kasih, namun berkuasa; gelombang-gelombang kasih keluar dari rupa-Nya.


Dia mengulurkan tangan-Nya dan mengangkatku. Tiba-tiba saya berada dalam tubuh yang indah, tubuh transformasiku; saya terlihat seperti umur saya pada saat delapan belas tahun. Saya memakai jubah putih dan ikat pinggang putih. Walaupun jubahku putih, namun bahannya berbeda dari lelaki yang berjubah putih tersebut. Jubah-Nya bersutera indah yang tak dapat di- gambarkan.

Dia berkata, suara-Nya lemah lembut dan penuh kasih: “Victoria, Aku mau engkau ikut Aku; Akan Kutunjukan hal-hal yang menakutkan, akan Kubawa ke tempat di mana engkau tak pernah berada sebelumnya di seluruh hidupmu”. Dia memegang tangan kananku dan kami
 pun pergi. Seolah-olah kami berjalan di udara dan terus naik. Dalam perjalanan, Saya letih dan berkata pada-Nya bahwa saya tak dapat melanjutkan perjalanan dan memohon agar membawaku kembali. Namun, Dengan lembut Dia memandangku dan berkata, “engkau tidak letihengkau baik. Jika letih Aku akan menggendong-mu. Namun, saat ini engkau baik.Damai menyertaimu. Mari kita pergi.”

Tempat dimana kami tiba sangat kering, lebih buruk dari padang kering yang diketahui manusia, tak ada tanda kehidupan sedikitpun. Tak ada pepohonan atau rumput atau suatu tanda-tanda kehidupan. Sungguh tempat yang sangat tertekan.

Kami tiba di-gerbang, Dia menoleh padaku dan berkata
“Victoria,kita akan masuk melalui gerbang, dan hal yang engkau saksikan akan sangat menakutkanmu dan menggoncangkanmu. Namun,kuatkan kepercayaanmu sebab engkau dalam lindungan-Ku ketempat engkau Ku-bawa. Bukalah matamu dan perhatikanlah segala sesuatu yang Kutunjukan padamu.” Saya terkejut dan menangis. Saya memprotes dan memohon agar Ia membawaku kembali. Saya berkata bahwa saya tak suka pergi kesana sebab saya dapat melihat kedalam melalui gerbang. Dia memandangku dan berkata, “Damai menyertaimu; Aku menyertai-mu. Kita harus masuk, sebab waktu terburu habis.”

Kami masuk melalui gerbang. Saya tak dapat menggambarkan padamu kengerian tempat itu. Saya mengaku tak ada tempat diseluruh jagat raya ini seburuk itu. Tempat itu sangat besar dan kurasakan seperti melebar terus menerus. Tempat itu sangat gelap pekat dan 
panasnya tak dapat diukur: panasnya melebihi panas api. Saya tak dapat melihat puncah api atau pusat panas itu tetapi sungguh sangat PANAS. Tempat itu dipenuhi dengan serangga berbagai ukuran dan warna; hijau, hitam, dan abu-abu. Segala jenis serangga ada disana juga, ada yang pendek, tebal, cacing hitam dimana-mana, memanjat disana-sini. Cacing-cacing itu mulai memanjati kami dan serangga-serangga itu mulai mengerumuni kami. Tempat itu dipenuhi benda-benda menjijikkan; tak ada kata-kata yang pantas bagi segala sesuatu yang ada disana. Aromanya seperti daging busuk tetapi seratus kali lebih buruk dari daging busuk yang pernah dalam hidupku. Tempat itu dipenuhi dengan keluhan tangisan dan kertakan gigi, bersamaan dengan setan-setan dan kekejian tertawanya.

Hal terburuk di tempat ini ialah dipenuhi manusia. Tak terhitung banyaknya orang
 yang berbentuk tengkorak. Dapat kupastikan bahwa tengkorak-tengkorak ini adalah manusia sebab aku kenal beberapa sanak saudara-ku dan orang-orang desaku. Tulang mereka gelap berabu-abu dan sangat kering. Mereka memiliki gigi-gigi tajam panjang seperti binatang liar. Bermulut besar dan lebar dan lidah mereka panjang dan merah menyala. Tangan dan kaki mereka panjang, jari-jari kaki kurus dan jari tangan panjang, kuku-kuku tajam. Beberapa dari mereka memiliki ekor dan tanduk.

Ada 
setan-setan yang bergabung dengan mereka: setan yang rupanya seperti buaya dan berjalan dengan empat kaki. Mereka terlihat senang dengan lingkungannya dan terus menerus mengganggu dan menekan manusia. Suara yang dikeluarkansetan-setan ini seperti suara perayaan, sebagaimana mereka terlihat gembira dan bebas; mereka bahkan selalu berdansa dan melompat. Manusia, disisi lain, terlihat sangat tertekan dan depresi; tak ada pertolongan dan pengharapan. Suara-suara manusia ini disebabkan oleh penderitaan yang sangat; mereka menangis, menjerit dan menggertakkan giginya, mereka sungguh dalam situasi yang putus asa oleh penderitaan yang tak terbandingkan.

Orang-orang ditempat ini sangat tak terhitung tetapi dapat kulihat bahwa mayoritas perempuan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok berbeda. Bahkan jika mereka dalam kelompok, sangat sulit untuk mengetahui jumlah mereka sebab kelompok-kelompok mereka sangat besar.

Aku dibimbing kearah-kelompok 
Timur. Dia memandangku dan berkata: “Victoria, kelompok ini ialah orang yang tak mengampuni orang lain. berkali-kali Aku berkata dalam banyak cara agar mengampuni yang lain. Namun, mereka menolak-Ku; Aku telah mengampuni dosa mereka. Namun, mereka menolak untuk mengampuni. Saat waktu telah berakhir, mereka menemukan dirimereka disini. selamanya;  mereka memakan buah pekerjaannya selamanya. Bagaimanapun juga, hal ini sangat menyakiti-Ku melihat mereka di tempat dan situasi keji ini-sebab Aku mengasihimereka.”

Kemudian aku dibawah ke kelompok lain, 
Tuhan mengatakan padaku bahwa kelompok berikut ini adalah mereka yang memiliki kesalahan.ada tiga kategori berbeda dalam kelompok itu. kategori pertama adalah orang-orang yang menahan pengampunan itu: mereka dapat membayar kewajibannya. Namun, mereka menunggu dan mengulur-ulur. Serta berkata besok mereka akan melakukannya, minggu depan, Tahun depan, hingga waktunya habis,sekarang mereka menemukan dirinya ditempat ini. Disinilah mereka berada selamanya; mereka memakan buah pekerjaannya.

Kategori kedua ialah mereka yang mempunyai salah yang dapat dibayar kembali dan mereka-pun mau melakukannya
. Namun,kuatir dan takut akan konsekuensi sebab mungkin,jika mengatakan yang sebenarnya mereka akan menderita ditolak atau dijebloskan ke penjara atau yang disampaikan mereka akan disebarkan keseluruh dunia dan mereka akan dipermalukan. Tuhanberkata: “Tak ada seorangpun yang datang pada-Ku untuk meminta petunjuk. Jika mereka melakukannya, Aku akan menunjukan jalan keluar yang mudah bagi mereka. Mereka menggunakan hikmat dan akal mereka yang tak menolong. Waktu mereka habis dan mereka menemukan dirinya ditempat ini untuk selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya.”

Ia berkata: ”kategori ketiga ialah kesalahan yang tak bisa dibayar. Namun, sekali lagi,tak seorang pun dari mereka yang datang pada-Ku, berkata bahwa mereka tak bisa menebus kesalahan-nya.
 Jika mereka melakukannya, Aku akan menebus kesalahannya. Merekapun mencoba memakai akal dan hikmat,yang tak menolong apapun caranya. Sekarang mereka menemukan diri mereka di sini selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya. Hati-Ku pilu bagi semuanya sebab Aku sangat mengasihi mereka.”

Pada kelompok pertama, saya melihat dua keluarga dekatku, juga yang berumur dua belas tahun, sanak-saudaraku. Saya tahu dia berumur dua belas tahun sebab pada umur itulah dia meninggal. Pada ke
lompok kedua saya melihat keluargaku yang lain dan Pastor/pendeta, yang kukenal sangat dekat. Jakes, pasanganku yang membunuh dirinya sebab saya memberikan hidupku bagi Kristus, juga berada dalam kelompok kedua. Juga kulihat beberapa tetanggaku pada kedua kelompok ini.

Aku mengenal mereka ini sebelum kematiannya; mereka pun mengenalku. Keluarga dekatku sangat marah saat melihatku dan meneriakkan kata-kata keji padaku; mereka menggunakan kata-kata kasar seolah-olah mengutuk-ku. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa saya tak layak mengikuti Lelaki yang bersama denganku; mereka mengatakan hal-hal yang pernah kulakukan sebelum memberi hidupku bagi Kristus. Mereka tak berdusta; hal-hal yang di-lontarkan benar. Jakes bahkan berkata bahwa saya miliknya dan harus pergi ke tempat dia berada sekarang sebab dosa saya sama sepertinya. Awalnya Pastor/Pendeta terlihat senang melihatku dan dia berkata bahwa baik sekali perbuatanku datang ke tempat itu, tetapi segera kelakuannya berubah saat mengetahui siapa yang menemaniku lalu dia bergabung dengan mereka dan melontarkan kutukan yang sangat kasar. Lelaki yang bersamaku mengatakan untuk menghiraukan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Saya takut dan sedih; tubuhku bergetar dan tak dapat berdiri. Saya menangis tak terkendali.
 Lelaki ini berbalik, memberi pelukan,dan berkata: “Damai menyertaimu, Victoria.” Kekuatanku pulih dan kurasa aman dalam pelukan-Nya. Dia berkata kami harus pergi dari tempat itu dan kembali. Dia memandangku dan berkata, “Victoria, telah Kutunjukan padamu. Sekarang kau harusmemilih pada kelompok mana kau mau berada. Pilihan ada didalam tangan-mu. Kau harus mengatakan kepada orang-orang apa yang kau lihat dan alami. Namun, jangan menambakan atau mengurangi sesuatupun.”

Saya teringat kami meninggalkan tempat keji itu bersamaan tetapi tidak kuketahui dimana saya meninggalkan-Nya sebab Dia tak nampak lagi. Saat mataku terbuka saya telah kembali pada tubuh jasmaniku, terbaring di RS Oshakati. Ada cairan di lengan kiri, kulihat ibu serta tetanggaku yang lainnya dari desa di sudut kamar, Mereka memandang saya dengan penuh keheranan. Dapat kulihat bekas tangisan pada wajah ibuku. Saya bertanya pada salah satu suster jika dia tahu apa yang telah terjadi denganku.Namun, dia hanya berkelakar dan berkata: “Kau dikirim kembali; mungkin karena engkau melakukan sesuatu yang salah dan perlu pertobatan.” Suster itu mencoba berbicara dengan santai tentang kondisiku. Namun, dapat kulihat bahwa dia takut mendekatiku. Saya berkata padanya untuk memanggil dokter bagi-ku.

Saat tiba, dokter 
mengatakan bahwa dia tak tahu apa penyebabnya. inisialnya, dia berpikir bahwa saya sakit malaria. Namun, hasil pemeriksaan malaria negatif. Dia mengatakan bahwa suhu badan, urat nadi dan peredaran darahku sangat mengancam rendah. Namun, dia tak mendapatkan penyebab dari semuanya itu. Dia mengatakan bahwa tak ada yang dapat dilakukan untukku. Dia tak bisa mengaku bahwa saya sebenarnya tidak sakit. Cairan yang digunakan sebelumnya tak bekerja. Namun, setelah saya membuka mataku, cairan itupun mulai bekerja. Dia merekomendasikan agar suster memberikan cairan kedua agar saya memiliki cukup tenaga untuk pulang.

Saya ketakutan pada apa yang telah saya lihat dan menangis. Bau tempat menjijikan itu terus menjadi nyata seolah-olah saya masih berada disana. Pemandangan tempat tersebut muncul setiap waktu. Saya tak dapat tidur dan seluruh tubuhku kesakitan. Kurasakan seolah-olah seluruh sendi-sendiku terlepas, dan diatur kembali. Oh, Saya tak berdaya. Diare dan sakit kepala muncul dalam seminggu.

Pikiranku telah mantap, tak akan menceritakan peristiwa ini pada siapapun, siapakah yang akan mempercayaiku? Apa yang akan di-pikirkan? Saya terus berkata pada diriku bahwa tak akan menghubungkan pengalaman ini dengan siapapun. Salah satu mentor meneleponku tiga hari berikutnya memastikan kesehatanku sebab aku mengirim pesan lewat telepon genggam dan meminta dia berdoa bagiku. Sebelumnya, saya telah menceritakan peristiwa ini kepadanya. Saat sadar apa yang kuperbuat sebenarnya telah saya ceritakan hampir seluruh peristiwa itu. Saya ingin menendang diriku. Saya menangis sebab telah melakukan kesalahan besar dalam hidupku. Sekarang terlambat, tak mungkin saya dapat menyembunyikan lagi. Sekarang saya tahu bahwa jika Allah ingin sesuatu disampaikan, hal itu akan terjadi. Dialah Allah, segala-nya.
Pada 19 Agustus, saya terbangun, merasakan urapan dalam tubuhku. Saya lemah dan bergetar,
 sementara gelombang listrik menjalar diseluruh tubuhku. Pada malam saya melihat cahaya terang masuk ke kamarku dan dalam terang itu kulihat Lelaki yang sama. Kali ini Dia duduk pada kursi di samping tempat tidurku. tak kutahu darimana datangnya kursi tersebut. Namun, berada disana pada saat Dia hendak duduk. Kursi itu indah terbuat dari emas murni; bentuk kursi indah, dan sandarannya. Pada setiap kaki ada bintang perak yang diukir dalam emas; bintang yang sama juga pada pusat sandarannya. Dan roda-roda bulat pada setiap kaki kursi.

Setelah menyalamiku, Dia mengatakan bahwa Dia tahu saya mempunyai pertanyaan tentang identitas-Nya dan Dia hendak menyatakan diri padaku dan jelaskan hal-hal khusus yang kualami.
Dia berkata: “Aku-lah Yesus Kristus, Juruselamat-mu. Jika ada kebimbangan padamu, lihatlah tangan-Ku. Tempat sebelumnya ialah neraka.” Saat kulihat tangan-Nya, ku-lihat bekas-bekas luka dimana paku-paku menembus-nya.

Sahabatku, Ingin kusampaikan bahwa Neraka itu bukan ilusi siapapun tetapi tempat nyata dan menjijikkan. Bukan bagi manusia tetapi bagi setan dan iblisnya. Tempat kita sebenarnya ialah Surga bersama Yesus tetapi kita harus memilih Yesus sebelum terlambat. Hari ini, jikalau engkau mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hati-mu; terimalah Yesus sebagai Juruselamat pribadimu dan hiduplah bagi-Nya. Neraka adalah tempat yang keji: penuh ketakutan dan kesedihan; siksaan, tangisan kekal dan kertakan gigi. Setan mau membawa sebanyak mungkin. Janganlah bekerja sama dengannya; bekerja-samalah dengan Yesus dan engkau akan hidup dan tak mati.

Saya tak mengerti mengapa Tuhan memberiku pilihan diantara dua kelompok di neraka saat saya telah dilahirkan kembali. Saya telah menerima Dia kedalam hidupku dan Dia masih mengatakan padaku untuk memilih pergi ke neraka atau tidak. Saya tak mengerti. Saya mulai berdoa dan memohon Allah memberiku petunjuk akan apa yang Dia maksudkan dan apa yang Dia inginkan ku-lakukan. Tuhan menunjukan padaku bahwa saya menahan pengampunan dan luka mendalam di hati terhadap salah seorang saudariku, juga sepupu-ku. Saya memohon pada Tuhan mengampuni Roh ketidakmengampuniku; Saya juga memohon saudariku agar mengampuniku atas dengki dan kepahitan dalam hatiku terhadapnya. Tuhan memberi ku petunjuk agar pergi dan memohon pengampunan dari sepupuku.

Tuhan juga mengingatkanku saat melamar sebagai pengajar dengan diploma palsu/ tak murni dan Hal itu sebagai kesalahan dan pencurian dimata-Nya. Saya berkeras hati bahwa yang kulakukan benar dan memohon Tuhan agar menolongku melalui persoalan ini dan menunjukan jalan keluar sebab hal ini adalah kriminal serius yang dapat membawaku ke penjara. Tuhan memberi petunjuk untuk pergi ke Departemen pendidikan dan mengakui apa yang telah kulakukan. Jika hal ini tak dapat dihindari Saya telah siap untuk dipenjarakan. Namun, aku mengalami pertolongan Tuhan yang besar. Kepala Departemen pendidikan mengatakan bahwa saya putuskan apa yang hendak dilakukan: membayar kembali gaji yang telah diberi melalui pemerintah atau tidak. Mereka janji tak akan membuat tuntutan terhadap-ku sebab mereka tertegun oleh pengakuanku. Allah kita Allah yang setia yang menghormati Firman-Nya.
Jika 
engkau dalam situasi yang sama, Saya ajak melakukan apa yang benar, tak peduli apapun akibatnya. Mungkin dipenjarakan di penjara dunia yang sementara. Tak ada kesakitan atau malu yang sebanding dengan perpisahan kekal dari Allah. Neraka bukan tempat indah:lebih baik membiarkan Allah mengadili-mu sekarang sebelum terlambat. Kita harus takut akan pengadilan Allah selama dalam masa Anugerah ini: kita harus mempersilahkan Tuhan menilik apa yang salah dalam hidup kita selama masih ada waktu memperbaiki bersama-Nya sebab tak ada pengampunan dibalik kuburan.
                                   Kunjungan ke-2 di Neraka
Pada 18 Oktober 2005 saya terbangun pada jam 05:30, tetapi saya tak dapat pergi bekerja. Saya merasa lemah dan mabuk; Saya tak bisa bergerak atau berbalik badan di tempat tidurku, kehadiran Tuhan sangatlah kuat dalam ruangan itu. Saya bergetar dan merasakan listrik diseluruh tubuhku. Tuhan datang membawaku tepat sebelum jam 08:00 sebab aku memperhatikan jam tangan, pukul 07:48, dan Dia tiba saat itu. Dia menyalamiku dan berkata kita harus pergi lagi sebab waktunya terburu habis. Saya berdiri dan mulai berjalan. Cara kami berjalan saat ini berbeda dari saat yang lain; walaupun kaki kami bergerak, kami seperti terapung daripada berjalan. Sementara dalam perjalanan, Yesus berkata bahwa semua dosa adalah buruk dan tak ada dosa kecil atau dosa besar. Semua dosa membawa pada kematian, tak peduli besar atau kecil. Tuhan mengatakan padaku bahwa kami akan mengunjungi neraka lagi lalu bertanya jikalau saya ketakutan. Saya menjawab bahwa saya takut.
Dia berkata,”Roh ketakutan bukan dari Bapa-Ku atau dari-Ku, tetapi dari iblis. 
Ketakutan akan menyebabkan-mu melakukan hal yang menibakan-mu di Neraka.”

Tanpa Iman tidak mungkin berkenan pada Allah dan ketakutan berlawanan dengan Iman. Sangat jelas bahwa ketakutan tidak berkenan pada Allah sebab merusakkan satu Iman. Selama kami dalam perjalanan, kami berjalan bersama tetapi saat kami tiba di gerbang neraka, Dia memegang tanganku dan menggenggamnya setiap detik kami di Neraka. Saya sangat bersukacita bahwa Tuhan memegang tanganku sebab kepalan tangan-Nya menghalau segala ketakutan dari padaku.
 Tempat itu masih sama: tak ada perbedaan dari awal. Ada serangga, cacing, sangat panas, bau, tengkorak, jeritan: segala sesuatu sama seperti pada awal kunjungan. Kami masuk gerbang kotor itu dan Tuhan membawaku pada kelompok yang satu. Banyak orang yang kukenal selama mereka hidup di bumi. Orang-orang malang berada dalam kesengsaraan; mereka terlihat putus asa dan menderita tetapi yang terburuk adalah wajah-wajah yang terlihat putus harapan.

Tuhan menunjukan seorang wanita setengah usia yang kukenal sebelum mati. Dia alami kecekaan mobil awal tahun 2005. Saya terkejut melihatnya di Neraka sebab kami mengenalnya sebagai seorang yang takut akan Allah dan mencintai Allah. Tuhan katakan bahwa wanita ini mencintai Tuhan dan Tuhan pun mencintainya; Dia melayani Tuhan saat di bumi; membimbing banyak orang pada Tuhan dan mengetahui Firman Tuhan dengan baik. kasih pada yang miskin dan membutuhkan; memberi dan menolong mereka dalam banyak hal. Dia hamba Tuhan yang baik hampir di semua hal.

Perkataan itu sangat mengejutkanku dan saya bertanya pada Tuhan mengapa Dia membiarkan seseorang yang melayani Tuhan sangat baik berada dalam Neraka. Tuhan memandangku dan berkata bahwa wanita ini telah percaya tipuan si jahat. Walaupun wanita ini tahu benar Firman Tuhan dengan baik, dia percaya tipuan setan bahwa ada dosa besar dan dosa kecil. Dia berpikir bahwa dosa ‘kecil’ tak akan membawanya ke neraka sebab bagaimanapun juga, dia adalah orang kristen.

Tuhan melanjutkan, “Aku pergi menemui-nya berulang-ulang kali dan mengatakan untuk berhenti melakukan apa yang dibuatnya. Namun, banyak sekali dia beralasan bahwa apa yang dilakukannya sangat kecil dan dia menyimpulkan peringatan-Ku sebagai perasaan bersalahnya saja. Ada saat dia berhenti untuk sementara. Namun kemudian, dia menguatkan dirinya sendiri bahwa peringatan itu bukan dari-Ku tetapi suara-nya sendiri sebab dosa itu terlalu kecil untuk mendukakan Roh Kudus.”

Saya bertanya pada Tuhan dosa apakah yang diperbuatnya dan Tuhan menjawab, “Wanita ini mempunyai seorang teman suster di RS Oshakati. Kapan saja wanita ini sakit, dia tak akan pergi ke RS dan membayar kartu RS sebagai praktek biasa; dia akan menelepon temannya dan mengatakan agar menyiapkan obat-obatnya dari bagian apotek. Temannya selalu merasa dipaksa melakukannya dan meminta wanita ini mengambil obat pada jam yang ditentukan. Pertama, dia putuskan menerima tipuan si-jahat tentang dosa kecil dan besar dan menolak kebenaran-Ku; dia menyebabkan orang lain berdosa dan mencuri baginya. Namun,yang lebih buruk dari semuanya, DIA MENDUKAKAN ROH KUDUs. Inilah yang menyebabkannya di Neraka. Tak peduli jika kau membawa milyaran jiwa pada Tuhan;ada kemungkinan masuk neraka sebab mendukakan Roh Kudus. Kamu tak harus perduli dengan keselamatan orang lain. Namun, kamu harus berhati-hati tak lupa jiwamu sendiri. Pekalah pada Roh Kudus setiap saat.Setelah itu, Tuhan berkata kami harus kembali.

Banyak orang Kristen mendengar cerita ini mendapatinya sebagai persoalan. Mereka akan bertanya padaku, “bagaimana dengan
Justifikasi (pembenaran), Rahmat dan Anugerah?” dan “Adakah kemungkinan kehilangan keselamatan itu setelah menerimanya?” “Bukankah hal itu sedikit keras?” “Dapatkah Allah sedemikian kasar?”

Baiklah,seperti kusampaikan dimana-mana dalam buku, Saya tak membawa ajaran teologia disini. Saya hanya menyampaikan padamu apa yang telah Tuhan tunjukan dan katakan padaku dan yang Tuhan ijinkan kualami. Tolong pelajari Alkitab anda mengenaisemua jawaban. Perhatikan pasal-pasal berikut ini dan adili dirimu sendiri.

(1 Korintus 9:27 [LAI TB] Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak.)

(Roma 6:1-2 [LAI TB] “Jika demikian,apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?sekali-kali tidak!bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup didalamnya)

(Roma 6:12 [LAI TB] “Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi didalam tubuhmu yang fana,supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.”)

(Ibrani 10:26-27 [LAI TB] “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran,maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa kita, tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dasyat yang akan menghapuskan semua orang durhaka.”)

Dapatkah aku ke neraka setelah melayani Tuhan dan membawa jiwa bagi-Nya? Engkau-lah hakimnya!
Ketidak-disiplinan
Hari senin 6 Maret 2006, saya terbangun oleh alarm jam 05:30. Saya berdoa dan menyadari ada urapan kuat. Tubuhku lemah bergetar;gelombang listrik menjalariku.

Sore hari, saya ditempat tidur, kulihat cahaya terang mengisi kamarku. mungil, putih, bola-bola kecil, ukuran jepit rambut.
Benda kecil ini jatuh seperti hujan dan masuk dalam kulitku. Lalu, kulihat awan seperti kabut putih datang dari atas, juga mengisi kamar dan menembus kulitku. kulihat Yesus berjalan ke arahku dalam awan. Dan duduk pada kursi-Nya di samping tempat tidurku. Saya tak tahu darimana asal kursi ini; selalu muncul pada saat Tuhan hendak duduk. Kursi yang indah terbuat dari emas tulen; bentuknya hampir sama seperti kursi pada umumnya tetapi ada sandaran belakang. Pada setiap kaki kursi ada bintang perak; bintang yang sama, tetapi agak besar juga berada pada sandaran belakang dan roda bulat pada setiap kaki kursi.
Yesus menyalamiku dan mengulurkan tangan-Nya dan
mengatakan bangun sebab waktu terburu habis. Dia menarik tangan-ku dan duduk disamping tempat tidur-ku. Lalu Ia berkata padaku, “Victoria, mari kita berdoa.” Dia berdoa dalam bahasa yang tidak saya mengerti; yang kumengerti hanyalah ‘Amen’. Lalu Dia menanyakan padaku tentang apa yang kulihat. Saya berkata bahwa kulihat kelompok orang-orang yang pergi bekerja yang lainnya tiba di tempat kerjanya. Saya juga melihat hal yang sama bola-bola putih kecil jatuh pada mereka yang masuk pertama. Setelah kelompok pertama, kelompok kedua pun muncul. Saat itu benda-benda ini berhenti.
Saya juga melihat kelompok lain, tiba di Gereja
  pada Minggu pagi. Hujan bola-bola putih ini pun turun pada saat orang-orang ini tiba lebih awal di halaman Gereja. Terus menerus berjatuhan dan kemudian berhenti. Yang terlambat tidak akan menemukan apapun.

Yesus bertanya jika saya mengerti arti penglihatan itu dan saya katakan bahwa saya tak mengerti. Lalu Dia menjelaskan: “Penglihatan-penglihatan ini artinya bahwa setiap tempat dimana engkau seharusnya berada pada waktu tertentu dan tahu jam berapa kau harus berada disana, Selalu ada malaikat-malaikat Tuhan membagi-bagikan berkat pada waktu tertentu. Jika engkau tiba tepat pada waktunya, engkau akan menerima berkat. Namun, jika engkau terlambat, engkau akan kehilangan berkatmu pada hari itu sebab malaikat membagi-bagikan berkat hanya pada waktu tertentu. Victoria, Aku ingin memperingatkanmu sebab kau terlambat ke tempat kerja dan lebih khusus terlambat pada jam-jam kebaktian. Engkau harus tahu bahwa pada saat-saat itu kau terlambat tanpat alasan yang berlaku; engkau akan selamanya terlambat akan berkat-berkat pada hari-hari itu; mereka tak akan pernah kembali padamu lagi, hanya jika keterlambatanmu mempunyai alasan yang benar.”

Saat Tuhan mengatakannya saya berharap agar dapat menghilang dan memberikan-Nya beberapa alasan yang masuk akal untuk ketidak disiplinanku. Saya berkata bahwa kadang saya terlambat bangun tetapi Dia memandangku pada kedua mataku dan berkata bahwa saya berdusta dan bahwa saya memiliki kebiasaan buruk kembali tidur setelah bangun, menyerah pada keinginan tidur hanya ‘beberapa menit lagi’.

Setelah Tuhan Yesus memperingatkan-ku, Dia berkata, “Berdiri. Kita harus pergi. Waktu terburu habis ada yang harus kita kerjakan.”

Saat ini Tuhan membawaku ke
 tempat dimana saya tidak pernah berada sebelumnya; Pertama kali kami berjalan dijalan itu. Kami tiba di Taman penuh bunga-bunga indah dan pepohonan hijau: tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan ini. Bunga-bunga sangat indah, berwarna cerah. Kami duduk pada kursi taman yang indah, yang terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan bintang-bintang perak bercahaya.

Saat kami duduk, Tuhan menunjuk ke depan dan berkata, “Victoria, lihat, dapatkah engkau melihat kota itu?” Saat itu, aku melihat sebuah kota besar yang bercahaya. Sangat indah di luar perkataan dan tiada duanya. Kota itu memiliki sebuah sebuah gerbang bercahaya dan pada gerbang itu ada seorang lelaki berumur yang duduk. Dia mempunyai janggut panjang dan rambut putih. Aku melihat lelaki ini sebelumnya, saat kutanya Yesus siapa orang itu, Dia katakan bahwa lelaki itu adalah Abraham, Bapa segala orang beriman.
Aku melihat banyak jalan dikota itu, yang juga diukir dengan emas. Ada bangunan-bangunan yang tinggi dan semuanya bercahaya seperti emas. Cahaya pantulan dari kota itu sungguh sangat tak terkatakan.

Yesus menoleh pada-ku dan berkata, “Apakah pendapatmu tentang kota itu?” Aku menjawab, sangat indah dan mau kesana.Yesus berkata“Aku akan membawamu kesana jika engkau patuh terus menerus sebab di situ juga rumahmu akan berada. tetaplah patuh sebab jika tak patuh, Victoria, burung gagak akan mengisi rumah-mu. Rumahmu akan menjadi kediaman burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu. Bagaimanapun juga, jangan takut, sebab Aku menyertaimu.Hanya patuhlah. Sebab siapa yang tak patuh, rumahnya akan menjadi tempat burung gagak terbang,menjadi sebuah tempat tinggal burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu.”
Yesus Kristus nyata dan Ia mencintai kita dengan Cinta-Nya yang tak ter
katakan, Keinginan hati-Nya yang terbesar ialah agar kita memilih hidup yang kekal bersama-Nya. Hati-Nya pedih bagi mereka yang mati dan masuk Neraka sebab mereka lebih memilih mati dan menolak tawaran keselamatan yang Ia tawarkan pada mereka.


Siapapun engkau Kristen yang di-lahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu hal: Waktu sedang terburu habis.
ingatkan mereka supaya mereka kembali kepada jalan yang benar dan datang kepada Yesus yang merupakan satu - satunya jalan yang membawa kita kepada hidup yang kekal bersama - sama denganNya.



Sumber :

http://kebenaranalkitabmain.blogspot.com/2015/05/kesaksian-victoria-nehale-mengenai.html